mardi 17 juin 2008

there's more to it than...

Cigarettes and chocolate milk
These are just a couple of my cravings
Everything it seems I likes a little bit stronger
A little bit thicker, a little bit harmful for me

If I should buy jellybeans
Have to eat them all in just one sitting
Everything it seems I likes a little bit sweeter
A little bit fatter, a little bit harmful for me

And then theres those other things
Which for several reasons we wont mention
Everything about 'em is a little bit stranger, a little bit harder
A little bit deadly

Its not very smart
Tends to make one part
So brokenhearted

(currently playing: Cigarettes and Chocolate Milk - Rufus Wainwright)



Chuck Palahniuk menulis Fight Club sebagai sebuah kritik terhadap “hilangnya identitas kemanusiaan”.

Kenyataannya, tanpa disadari terkadang seseorang mengidentifikasi dirinya sendiri berdasarkan apa yang ia tonton,
apa yang ia baca,
apa yang ia kenakan,
apa yang ia makan di pagi hari,
apa yang ia pilih sebagai perabot rumah tangganya,
atau bahkan hal-hal (yang terlihat) sepele lainnya.

Gue jujur, sangat tersentil dengan issue ini ketika membaca (dan menonton) Fight Club.
* I've read the book before I even watched the movie
Man, it's quite confusing, when you come to think of how do you define yourself, for real.
Or how you define other people.
Gue males aja gitu ngebayangin, kalo gue diidentifikasi karena benda yang gue miliki, atau yang gue kenakan.
Bukan karena personality atau kemampuan.

Atau kaya sekarang.
Global warming, eco-friendly, go green, etc.
sekarang cuma jadi kaya tagline.
kaya trend.
sesuatu yang harus diikuti kalo ngga mo dibilang ketinggalan zaman atau perusak lingkungan.

Kemaren juga nonton di Euromaxx tentang orang-orang Eropa yang lagi hobi membeli sepeda lipat.
Kenapa?
Karena sepeda lipat ramah lingkungan.

Kenapa harus dengan sesuatu yang ramah lingkungan?
Karena menggunakan suatu barang yang ramah lingkungan mengidentifikasikan bahwa diri kita merupakan orang yang bertanggungjawab.

Kenapa dengan tanggungjawab?
Tanggungjawab itu keren. Atau setidaknya terlihat bertanggungjawab.
It's a part of the new lifestyle of this century.

"Going Green" is the new lifestyle.
So when you "go green" that means you're cool.
Screw global warming and the effects.
The important thing is that you look cool in "being green".
You don't need to know, need to care about the consequences.
You just need to be concern if you really have responsibility. or NOT.

simple.


Bukannya salah si.
Dampaknya mungkin bisa bagus.
Ngga ada salahnya memang memberikan kontribusi untuk menjaga lingkungan.
At least, I'm also trying to.

Atau setidaknya, gue berusaha untuk TIDAK menjadi seorang HIPOKRIT.



Kadang gue pikir,
mungkin saat ini bukan hanya identitas kemanusiaan yang hilang,
tapi justru kemanusiaan itu sendiri.

2 commentaires:

Ratie a dit…

Yup.. Dah lama ga tersadarkan kalau manusia sering dilabeli (atau bahkan melabeli?) diri mereka dengan BENDA.. Good point, lana! Hehe... Mari kita berkontemplasi!

seezqo a dit…

Yap gw setuju dengan istilah kita adalah orang lain. Apa sih yang orisinal dari kita ? Tapi nggak usah kecil hati karena kita emang semua satu kesatuan, keliatannya aja terpisah-pisah.